Tanda
bahaya kehamilan,persalinan dan nifas
Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda
gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnnya dalam keadaan bahaya,
bila ada tanda bahaya, biasanya ibu perlu mendapat pertolongan segera
Kebanyakan kehamilan berakhir
dengan persalinan dan masa nifas yang normal, namun 15 sampai 20 diantara 100
ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, persalinan atau nifas. Gangguan
tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan
sebelumnya (unpredictable disruption). Karena itu, tiap ibu hamil, keluarga dan
masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda bahaya. Tujuannya, agar dapat
segera mencari pertolongan ke bidan, dokter, atau langsung ke rumah sakit,
untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya.
Ada 10 tanda bahaya yang perlu dikenali yaitu :
1.Ibu tidak mau makan dan muntah terus
Kebanyakan ibu hamil dengan umur
kehamilan 1-3 bulan sering merasa mual dan kadang-kadang muntah, keadaan ini
normal dan akan hilang dengan sendirinya pada kehamilan lebih dari 3 bulan.
Tetapi bila ibu tetap tidak mau makan, muntah terus menerus, sampai ibu lemah
dan tidak dapat bangun, maka keadaan ini berbahaya bagi keadaan janin dan
kesehatan ibu (Depkes RI, 2001).
Penyebab kondisi ini adalah
terjadinya hypersensitivity pada indra ibu sebagai akibat dari peningkatan
kondisi hormonal dalam tubuh ibu, peningkatan sensitivitas pada sensorik ibu
menyebabkan ibu kesulitan dalam mengkonsumsi makanan karena bau atau rasa yang
tidak enak atau menyengat. Penatalaksanakan kondisi ini adalah dengan melakukan
rawat inap dengan memberikan infus RL pada ibu hamil sampai dicapai
keseimbangan cairan tubuh.
2.Berat badan ibu hamil tidak naik
Selama kehamilan berat badan ibu
naik sekitar 9-12 kg, karena adanya pertumbuhan janin dan bertambahnya jaringan
tubuh ibu akibat kehamilan. Kenaikan berat badan ibu biasanya terlihat nyata
sejak kehamilan berumur 4 bulan sampai menjelang persalinan (Depkes RI, 2001).
Bila berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg
pada akhir bulan keenam.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh
pertumbuhan janin mungkin terganggu¸kehidupan janin mungkin terancam. Ibu
mungkin kekurangan gizi (kurang energi kronis atau KEK), mungkin juga ibu mempunyai
penyakit lain, seperti batuk menahun malaria, dll yang perlu segera diobati
(Depkes RI, 2001). Penatalaksanakan kondisi ini adalah dengan melakukan
pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan diagnosa penyebab tidak naiknya
berat badan ibu.
3.Pendarahan
Pendarahan melalui jalan lahir
pada kehamilan, persalinan dan nifas sering merupakan tanda bahaya yang dapat
berakibat kematian ibu dan atau janin.
•Perdarahan melalui jalan lahir kehamilan sebelum 3 bulan
dapat disebabkan oleh keguguran atau keguguran yang mengancam, ibu segera
meminta pertolongan bidan atau dokter. Janin mugkin masih dapat diselamatkan,
bila janin tak dapat diselamatkan ibu perlu mendapat pertolongan agar
kesehatanya terjaga
•Perdarahan melalui jalan lahir disertai nyeri perut bawah
yang hebat, pada ibu yang terlambat haid 1-2 bulan, merupakan keadaan sangat
berbahaya. Kehidupan ibu terancam, ia harus langsung di bawa ke rumah sakit
untuk diselamatkan jiwanya.
•Perdarahan pada kehamilan 7-9 bulan, meskipun hanya
sedikit, merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Ibu perlu segera mendapat
pertolongan di rumah sakit
•Perdarahan yang banyak, segera atau dalam 1 jam setelah
melahirkan, sangat berbahaya dan merupakan penyebab kematian ibu paling sering.
Keadaan ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 2 jam, ibu perlu
segera ditolong untuk menyelamatkan jiwanya.
•Perdarahan pada masa nifas (dalam 42 hari setelah
melahirkan) yang berlangsung terus menerus, disertai bau tak sedap dan demam,
juga merupakan tanda bahaya. Ibu harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah
sakit.
4.Bengkak pada tangan atau wajah, pusing dan dapat diikuti
kejang
Dengan sedikit bengkak pada kaki
atau tungkai bawah pada umur kehamilan 6 bulan ke atas mungkin masih normal,
tetapi sedikit bengkak pada tangan atau wajah, apa lagi bila disertai tekanan
darah tinggi dan sakit kepala (pusing), sangat berbahaya. Bila keadaan ini
dibiarkan maka ibu dapat mengalami kejang-kejang. Keadaan ini disebut keracunan
kehamilan atau eklamsi.
Keadaan ini sering menyebabkan
kematian ibu serta lain, bila ditemukan satu atau lebih gejala tersebut, ibu
harus segera meminta pertolongan kepada bidan terdekat untuk dibawa ke rumah
sakit. Penatalaksanakan kondisi ini adalah dengan menekan tekanan peningkatan
tekanan darah pada ibu jika belum mencapai fase kejang, melalui menjaga asupan
makanan oleh ibu, sedangkan jika terjadi eklamsi yang ditandai oleh terjadinya
kejang maka harus dilaksanakan penghentian kehamilan.
5.Gerakan janin berkurang atau tidak ada
Pada keadaan normal, gerakan
janin dapat dirasakan ibu pertama kali pada umur kehamilan 4-5 bulan. Sejak
saat itu gerakan janin sering dirasakan ibu. Janin yang sehat bergerak secara
teratur, bila gerakan janin berkurang, melemah, atau tidak bergerak sama sekali
dalam 12 jam, kehidupan bayi mugkin terancam.
6.Kelainan letak janin didalam rahim
Pada keadaan normal, kepada janin
berada dibagian bawah rahim ibu dan menghadap kearah punggung ibu. Menjelang
persalinan. Kepala janin turun dan masuk ke rongga panggul ibu. Kadang-kadang
letak bayi tidak normal sampai umur kehamilan 9 bulan. Pada keadaan ini, ibu
harus melahirkan di rumah sakit, agar ibu dan bayi dapat diselamatkan.
Persalinan mungkin mengalami gangguan atau memerlukan tindakan Anjurkan Ibu
/keluarganya untuk menabung.
Kelainan letak janin antara lain :
•Letak Sungsang : Kepala janin di bagian atas rahim
•Letak Lintang : Letak janin melintang di dalam rahim
Kalau menjelang persalinan terlihat bagian tubuh bayi
dijalan lahir, misalnya tangan, kaki, atau tali pusat, maka ibu perlu segera
dibawa ke rumah sakit.
7.Ketuban pecah dini
Biasanya ketuban pecah menjelang
persalinan, setelah ada tanda awal persalinan, seperti mulas dan ketuban
biasanya berwarna jernih kekuningan. Bila ketuban telah pecah dan cairan
ketuban keluar sebelum ibu mengalami tanda-tanda persalinan, janin dan ibu akan
mudah terinfeksi. Hal ini berbahaya bagi ibu maupun janin terdekat untuk dibawa
ke puskesmas atau rumah sakit.
8.Penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan
Kesehatan dan pertumbuhan janin
dipengaruhi oleh kesehatan Ibu, bila ibu mempunyai penyakit yang berlangsung
lama atau merugikan kehamilanya, maka kesehatan dan kehidupan janinpun
terancam.
Beberapa penyakit yang membahayakan kehamilan antara lain :
•Penyakit jantung : Gejalanya ibu sering berdebar, mudah
sesak nafas bila melakukan kegiatan ringan sehari-hari.
•Kurang darah (anemia) berat : Gejalanya pucat, lesu, lemah
pusing dan sering sakit.
•TBC : Gejalanya batuk tidak sembuh-sembuh, nafsu makan
kurang, berat badan turun, berkeringat pada malam hari.
•Malaria : Gejalanya demam menggigil secara berkala, lemah
pucat.
•Infeksi pada saluran kelamin: Gejalanya tidak selalu
nyata,misalnya keputihan, luka atau nyeri pada alat kelamin.
Ibu dengan keadaan tersebut harus
diperiksa dan mendapat pengobatan secara teratur oleh dokter, anjurkan ibu dan
keluarganya menabung untuk persiapan persalinannya nanti.
9.Persalinan lama
Persalinan berlangsung sejak ibu
mulai merasa mulas sampai kelahiran bayi, persalinan tersebut biasanya
berlangsung kurang dari 12 jam. Ibu yang melahirkan anak pertama. Bila bayi
belum lahir lebih dari 12 jam sejak mulainya mulas, maka persalinan tersebut
terlalu lama. Perlu dilakukan tindakan, ibu perlu mendapat pertolongan di rumah
sakit untuk menyelamatkan janin dan mencegah terjadinya perdarahan atau infeksi
pada ibu.
10.Demam tinggi pada msa nifas
Ibu yang pada masa nifas (selama
42 hari sesudah melahirkan) mengalami demam tinggi lebih dari 2 hari, dan
disertai keluarnya cairan (dari liang rahim) yang berbau, mungkin mengalami
infeksi jalan lahir. Pada keadaan ini cairan liang rahim tetap berdarah (lihat
penjelasan tentang perdarahan). Keadaan ini mengancam jiwa ibu.